Halaman

    Social Items

Bahasa ngapak adalah bahasa yang memiliki aksen tegas dan “Medhok”. Bahasa ngapak juga sering dinamakan bahasa “Banyumasan” atau sering dikenal bahasa panginyongan. Namun bahasa ini bukanlah milik murni banyumas dikarenakan beberapa daerah disekitar kawasan Banyumas seperti Kebumen, Banjarnegara dan Cilacap juga menggunakan dialek bahasa ngapak dalam komunikasinya sehari-hari.

www.ngapakbae.com

Pengertian bahasa adalah suatu alat komunikasi yang dimiliki manusia yaitu berupa sistem lambang bunyi yang berasal dari alat ucap atau mulut manusia. Menurut Plato, Bahasa memiliki arti pernyataan atau pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut. Sedangkan Menurut Ferdinand De Saussure, pengertian bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

Nah, bagi masyarakat yang termasuk dalam lingkup Karisidenan Kedu, “Bahasa adalah Ngapak, Ora Ngapak ora Kepenak”.  Kalau ditelaah dari sejarahnya memang bahasa ngapak itu memiliki ke-khasan tersendiri. 

Ciri-ciri bahasa ngapak sebagai berikut :

1. Huruf atau abjad

Bahasa ngapak dari segi penulisan huruf biasanya berabjad “A” contoh : di Jawa timur Nasi biasa disebot “Sego” kalau bahasa ngapak “Sega”,

2. Intonasi Pengucapan

Intonasi menjadi kekhasan tersendiri, kalau di Sumatra ini seperti medan atau padang, intonasinya tegas. 

3. Artikulasi 

Artikulasi bahasa ngapak ini sangat jelas “A,I,U,E,O” nya. Pengucapannya pun kata per kata sangat jelas.

Sejarah Bahasa ngapak jika dilihat dari segi kedaerahan bisa dibilang kebumen merupakan cikal bakalnya. Melihat dari kurun waktunya pada zaman dulu kebumen dikenal juga dengan Kerajaan Panjer. Kalau dari arti nama panjer sendiri berarti pusat. Dapat dikatakan bahwa kebumen adalah pusat pemerintahan. 

Karakter Dan Ciri-ciri Bahasa Ngapak

Bahasa ngapak adalah bahasa yang memiliki aksen tegas dan “Medhok”. Bahasa ngapak juga sering dinamakan bahasa “Banyumasan” atau sering dikenal bahasa panginyongan. Namun bahasa ini bukanlah milik murni banyumas dikarenakan beberapa daerah disekitar kawasan Banyumas seperti Kebumen, Banjarnegara dan Cilacap juga menggunakan dialek bahasa ngapak dalam komunikasinya sehari-hari.

www.ngapakbae.com

Pengertian bahasa adalah suatu alat komunikasi yang dimiliki manusia yaitu berupa sistem lambang bunyi yang berasal dari alat ucap atau mulut manusia. Menurut Plato, Bahasa memiliki arti pernyataan atau pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut. Sedangkan Menurut Ferdinand De Saussure, pengertian bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain.

Nah, bagi masyarakat yang termasuk dalam lingkup Karisidenan Kedu, “Bahasa adalah Ngapak, Ora Ngapak ora Kepenak”.  Kalau ditelaah dari sejarahnya memang bahasa ngapak itu memiliki ke-khasan tersendiri. 

Ciri-ciri bahasa ngapak sebagai berikut :

1. Huruf atau abjad

Bahasa ngapak dari segi penulisan huruf biasanya berabjad “A” contoh : di Jawa timur Nasi biasa disebot “Sego” kalau bahasa ngapak “Sega”,

2. Intonasi Pengucapan

Intonasi menjadi kekhasan tersendiri, kalau di Sumatra ini seperti medan atau padang, intonasinya tegas. 

3. Artikulasi 

Artikulasi bahasa ngapak ini sangat jelas “A,I,U,E,O” nya. Pengucapannya pun kata per kata sangat jelas.

Sejarah Bahasa ngapak jika dilihat dari segi kedaerahan bisa dibilang kebumen merupakan cikal bakalnya. Melihat dari kurun waktunya pada zaman dulu kebumen dikenal juga dengan Kerajaan Panjer. Kalau dari arti nama panjer sendiri berarti pusat. Dapat dikatakan bahwa kebumen adalah pusat pemerintahan. 

Tidak ada komentar