Halaman

    Social Items




ngapakbae.com, Monumen Tentara Pelajar Prembun atau dikenal monumen Ganesa adalah sebuah monument yang dibangun untuk mengenang jasa para tentara pelajar Indonesia yang berjuang pada Agresi Militer II.  Berbentuk sebuah patung gajah, monumen tersebut menjadi salah satu symbol atau  ikon perjuangan yang ada di kecamatan prembun Kabupaten Kebumen.

Simbol Ganesa atau Gajah dikenal sebagai dewa Cendekiawan, selain itu kabupaten kebumen juga pada masa terdahulu dikenal sebagai negeri Guaja atau negeri gajah yang mana banyak sekali sumber kekayaan di kota ini yang sebelumnya bernama Panjer. Versi lain juga menyebutkan bahwa Patih Gajah Mada pernah menduduki kebumen di masa lampau dan dipercayai terdapat salah satu peninggalan Gajah mada yaitu pamoksan (tempat moksa /dematrialisasinya Patih Gajah Mada) yang dulu terdapat di areal pabrik sarinabati atau sekarang terkenal Hotel Mexolie.

Monumen tentara pelajar prembun, diresmikan pada tanggal 22 November 1997 oleh bupati kebumen H. Amin Soedibyo dan disaksikan oleh beberapa tokoh masyarakat kebumen. Monumen tersebut terletak di Kecamatan Prembun Jalan Kutoarjo KM 12 Desa Ngeposan. Sebelum monumen tentara pelajar tersebut dibangun ditempat tersebut semula direncanakan dibangun di Desa Bagung. Alasan pembangunan tersebut diantaranya karena Desa Ngeposan terletak di Pusat Kecamatan Prembun dan agar masyarakat lebih mudah mengetahui keberadaan monument yang bernilai sejarah tersebut.

Tentara Pelajar


Tentara pelajar adalah sekelompok pelajar yang berjuang melawan tentara belanda pada masa Agresi Militer II. Perjuangan mereka dimulai dari tanggal 21 Juli 1947 sampai 19 Desember 1949. Saat itu tentara tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu Clash satu dan Clash dua. Walaupun tentara pelajar hanya menggunakan senjata yang sangat sederhana yaitu bambu runcing  akan tetapi tentara pelajar berani melawan tentara belanda dengan persenjataan lengkap.

Kondisi yang mengharuskan siap-siaga para tentara tersebut melibatkan banyak pelajar yang berjuang. Setidaknya ada 28 Pejuang yang gugur dalam peristiwa tersebut yang mereka berdomisili di wilayah prembun dan sekitarnya. Para tentara tersebut memanfaatkan loji-loji sebagai tempat berkumpul dan beristirahat. Salah satu tempat yang digunakan sebagai markas para tentara pelajar Indonesia adalah rumah bapak Loso Hadi Suprapto. Tentara pelajar tidak pernah dibubarkan, namun banyak yang sudah tidak aktif sehingga lambat laun hilang.


Sejarah Dibalik Monumen Pelajar Prembun




ngapakbae.com, Monumen Tentara Pelajar Prembun atau dikenal monumen Ganesa adalah sebuah monument yang dibangun untuk mengenang jasa para tentara pelajar Indonesia yang berjuang pada Agresi Militer II.  Berbentuk sebuah patung gajah, monumen tersebut menjadi salah satu symbol atau  ikon perjuangan yang ada di kecamatan prembun Kabupaten Kebumen.

Simbol Ganesa atau Gajah dikenal sebagai dewa Cendekiawan, selain itu kabupaten kebumen juga pada masa terdahulu dikenal sebagai negeri Guaja atau negeri gajah yang mana banyak sekali sumber kekayaan di kota ini yang sebelumnya bernama Panjer. Versi lain juga menyebutkan bahwa Patih Gajah Mada pernah menduduki kebumen di masa lampau dan dipercayai terdapat salah satu peninggalan Gajah mada yaitu pamoksan (tempat moksa /dematrialisasinya Patih Gajah Mada) yang dulu terdapat di areal pabrik sarinabati atau sekarang terkenal Hotel Mexolie.

Monumen tentara pelajar prembun, diresmikan pada tanggal 22 November 1997 oleh bupati kebumen H. Amin Soedibyo dan disaksikan oleh beberapa tokoh masyarakat kebumen. Monumen tersebut terletak di Kecamatan Prembun Jalan Kutoarjo KM 12 Desa Ngeposan. Sebelum monumen tentara pelajar tersebut dibangun ditempat tersebut semula direncanakan dibangun di Desa Bagung. Alasan pembangunan tersebut diantaranya karena Desa Ngeposan terletak di Pusat Kecamatan Prembun dan agar masyarakat lebih mudah mengetahui keberadaan monument yang bernilai sejarah tersebut.

Tentara Pelajar


Tentara pelajar adalah sekelompok pelajar yang berjuang melawan tentara belanda pada masa Agresi Militer II. Perjuangan mereka dimulai dari tanggal 21 Juli 1947 sampai 19 Desember 1949. Saat itu tentara tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu Clash satu dan Clash dua. Walaupun tentara pelajar hanya menggunakan senjata yang sangat sederhana yaitu bambu runcing  akan tetapi tentara pelajar berani melawan tentara belanda dengan persenjataan lengkap.

Kondisi yang mengharuskan siap-siaga para tentara tersebut melibatkan banyak pelajar yang berjuang. Setidaknya ada 28 Pejuang yang gugur dalam peristiwa tersebut yang mereka berdomisili di wilayah prembun dan sekitarnya. Para tentara tersebut memanfaatkan loji-loji sebagai tempat berkumpul dan beristirahat. Salah satu tempat yang digunakan sebagai markas para tentara pelajar Indonesia adalah rumah bapak Loso Hadi Suprapto. Tentara pelajar tidak pernah dibubarkan, namun banyak yang sudah tidak aktif sehingga lambat laun hilang.


Tidak ada komentar