Halaman

    Social Items


Wabah penyakit misterius di China membuat negara tersebut kalang kabut sejak akhir tahun 2019. Masih belum diketahui penyebab pasti wabah tersebut, bahkan timbul kekhawatiran wabah ini akan sedahsyat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) alias infeksi saluran pernapasan berat di 2002-2003. Dilansir dari situs WHO, Coronaviruses (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Coronavirus novel (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Corona virus merupakan keluarga besar virus yang diidentifikasi terdapat di tubuh manusia pada era tahun 1960-an. Sebagian mengakibatkan selesma, sementara sebagian lain ditemukan pada kelelawar, unta, dan binatang lain.

Tanda-tanda umum infeksi ini adalah mulai gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Cara menyebarnya Virus corona ini menurut beberapa ahli bisa menyebar lewat batuk atau bersin atau dengan bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu untuk mencegahnya WHO melalui laman resminya merekomendasi cara standar untuk mencegah penyebaran infeksi yaitu mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur dengan saksama. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Virus ini telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia di Wuhan, China. Saat ini, peneliti China sedang membuat penentuan awal melalui pengurutan gen virus dari satu pasien. Namun demikian, masih banyak yang harus dilakukan peneliti untuk mencapai kesimpulan pasti penyebab dan penanganan medis yang tepat. 

Mengenal Virus Corona dan Upaya Pencegahannya


Wabah penyakit misterius di China membuat negara tersebut kalang kabut sejak akhir tahun 2019. Masih belum diketahui penyebab pasti wabah tersebut, bahkan timbul kekhawatiran wabah ini akan sedahsyat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) alias infeksi saluran pernapasan berat di 2002-2003. Dilansir dari situs WHO, Coronaviruses (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Coronavirus novel (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Corona virus merupakan keluarga besar virus yang diidentifikasi terdapat di tubuh manusia pada era tahun 1960-an. Sebagian mengakibatkan selesma, sementara sebagian lain ditemukan pada kelelawar, unta, dan binatang lain.

Tanda-tanda umum infeksi ini adalah mulai gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Cara menyebarnya Virus corona ini menurut beberapa ahli bisa menyebar lewat batuk atau bersin atau dengan bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu untuk mencegahnya WHO melalui laman resminya merekomendasi cara standar untuk mencegah penyebaran infeksi yaitu mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur dengan saksama. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Virus ini telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia di Wuhan, China. Saat ini, peneliti China sedang membuat penentuan awal melalui pengurutan gen virus dari satu pasien. Namun demikian, masih banyak yang harus dilakukan peneliti untuk mencapai kesimpulan pasti penyebab dan penanganan medis yang tepat. 

Tidak ada komentar